Diposkan oleh Tri Wahyu Apriyanto 0 komentar » Posted in

SIMBOLISME JENDER DALAM FOLKLOR MAKASSAR (PENDEKATAN ANTROPOLOGI LINGUISTIK)

SIMBOLISME JENDER
DALAM FOLKLOR MAKASSAR
(PENDEKATAN ANTROPOLOGI LINGUISTIK)
Ery Iswary
Universitas Hasanuddin
Abstract
This paper analyzes the gender symbolism in Makassarese
folklore especially in form of folktale. The anthropological
linguistics approach is used to explain the value of
Makassarese culture. The results of analysis indicate that
symbols like gender dichotomy (women and men) refer to
some categories such as macrocosmos, flora, and fauna
(poultries, insects) and other objects that are close to social
cultural environments of Makassarese community. Moreover,
the use of symbols indicates the role and the position of
women and men in their daily life.
Key words: folklore, symbol, gender symbolism, social,
cultural, Makassarese, role, position.

PENDAHULUAN
Suku Makassar merupakan salah satu etnik di Sulawesi Selatan yang
mempunyai keunikan dari segi bahasa maupun budaya, termasuk dinamika
kehidupan perempuan dan laki-laki yang jejaknya dapat ditelusuri sampai saat
ini. Penelusurannya dapat ditemukan dalam berbagai naskah lontaraq atau
tradisi lisan yang tetap hidup dalam masyarakat Makassar. Salah satu jalan
untuk memperoleh refleksi kehidupan perempuan dan laki-laki (relasi jender)
dalam masyarakat Makassar adalah melalui penelitian tentang folklor
Makassar, khususnya yang berbentuk cerita rakyat (selanjutnya disebut CR).
Dunia yang dipresentasikan melalui bahasa dalam folklor Makassar
ternyata tidak hanya mewakili dunia laki-laki dengan peran publiknya, tetapi
juga dunia perempuan dengan segala dinamikanya, baik sebagai individu
maupun sebagai makhluk sosial. Atas dasar pertimbangan itulah, maka objek
penelitian cerita rakyat Makassar dipilih sebagai sumber data penelitian yang
judulnya berasal dari nama perempuan yang menjadi tokoh utamanya.
Penelitian ini bermaksud mengungkap simbol-simbol yang digunakan untuk
mendeskripsikan perempuan dan laki-laki dalam menjalankan peran di wilayah
nature (peran reproduktif) dan wilayah culture (peran domestik, peran
produktif, dan peran sosial), serta mengeksplorasi nilai-nilai sosial kultural,
khususnya nilai-nilai yang berhubungan dengan masalah perempuan dan lakilaki
dalam konteks folklor bahasa Makassar.
........................................................
Selengkapnya, silahkan download >>disini<<

0 komentar:

Poskan Komentar

Ane harap agan bersedia meluangkan sedikit waktunya untuk sedikit memberi komentar. Karena komentar agan merupakan motivasi bagi ane. Dan juga tidak lupa ane haturkan banyak terima kasih atas kunjungan juragan.
Monggo berkomentar...