Diposkan oleh Tri Wahyu Apriyanto 0 komentar » Posted in

Asuhan Kebidanan

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah karunia Tuhan YME akhirnya penyusun dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan Pada Ny “P” P3003 Ab000 Umur 42 tahun dengan Ca Cervix di Poli Obsgyn RSU dr. Saiful Anwar Malang ini kami menyadari keterbatasan kemampuan pengalaman maupun pengetahuan serta waktu yang tersedia, namun demikian kami telah berusaha secara maksimal dengan memanfaatkan bantuan dari berbagai pihak.
Untuk itu perkanankan pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
dr. Achmad Thamrin, SpJP selaku direktur RSSA Malang.
drg. Asri Kusuma Djodi, MMK selaku ketua bidang diklit di RSSA Malang.
dr. Aunur Rofiq, SpK selaku ka IRJ RSSA Malang.
Sutrisno, BSC selaku ka UPP IRJ RSSA Malang.
Hj. Sri Endah Prasetyowati, Amd. Keb selaku kepala poli Obsgyn dan pembimbing klinik di RSSA Malang.
drg. Budi Nugroho, M. PPM selaku Direktur STIKES PEMKAB JOMBANG.
Kholifah, SST selaku kaprodi D III Kebidanan STIKES PEMKAB JOMBANG.
Rini Hayu Lestari, SST selaku pembimbing akademik.
Para dokter dan bidan serta staf karyawan di Poli Obsgyn yang telah membimbing kami.
Orang tua yang telah membantu dalam penulisan baik dari segi materi maupun spiritual.
Teman-teman semua yang turut membantu penulis dalam penyelesaian makalah Asuhan Kebidanan ini.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Kanker leher rahim adalah salah satu kanker yang menimbulkan rasa was-was bagi kaum hawa. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukkan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
Di Indonesia sendiri, kematian akibat kanker menempati urutan kedua setelah kematian akibat infeksi. Namun timbul praduga apabila berbagai penyakit infeksi telah dapat diatasi dan penduduk yang mencapai usia lanjut makin banyak jumlahnya, diperkirakan jumlah penderita kanker akan menempati urutan pertama / tertinggi.
Sebagian besar penderita kanker leher rahim di Indonesia baru datang berobat setelah stadium lanjut. Jika sudah mencapai stadium lanjut ini, maka akan sulit mencapai hasil pengobatan yang optimal. Untuk itu diperlukan Asuhan Kebidanan yang komprehensif. Oleh karena itu saya berminat untuk menerapkan Asuhan Kebidanan pada Ny “P” P3003 Ab000 Umur 42 tahun dengan Ca Cervix di Poli Obsgyn RSSA Malang.
1.2    Tujuan
1.2.1    Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memberikan Asuhan Kebidanan pada Pasien dengan Ca Cervix di ruang Poli Obsgyn RSSA Malang.
1.2.2    Tujuan Khusus
Melakukan pengkajian data
Menentukan Diagnosa Kebidanan dan masalah
Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial
Menentukan tindakan segera
Merencanakan tindakan yang akan dilaksanakan
Melaksanakan tindakan yang telah direncanakan
Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan
1.3    Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam Asuhan Kebidanan ini adalah bagaimana menerapkan Asuhan Kebidanan pada Klien dengan Ca Cervix di Poli Obsgyn RSSA Malang.
1.4    Manfaat
Bagi Tenaga Kesehatan
Menambah pengetahuan tenaga kesehatan tentang Asuhan Kebidanan pada Ny “P” P3003 Ab000 Umur 42 tahun dengan Ca Cervix.
Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai dokumen dan bahan dalam penelitian selanjutnya.
Bagi Penulis
Menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas tentang Asuhan Kebidanan pada Ny “P” P3003 Ab000 umur 42 tahun dengan Ca Cervix, serta sebagai penerapan ilmu yang didapat selama perkuliahan.
1.5    Metode Penulisan
Studi Kasus    :    Makalah Asuhan Kebidanan ini dibuat dengan melihat dan mempelajari rekam medik di RS.
Observasi    :    Makalah Asuhan Kebidanan ini dibuat melalui observasi  langsung pada pasien.
Studi Pustaka    :    Makalah Asuhan Kebidanan ini dibuat dengan mempelajari teori dari buku sumber untuk memperlengkap bahasan kasus yang diangkat.
BAB II
TINJAUAN TEORI

I.    Konsep Teori Kanker Servik
A.    Pengertian
Kanker Leher Rahim adalah kanker yang terjadi pada Cervix Uteri, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uteris) dengan Liang Senggama (vagina).
(Sarwono)
Kanker Serviks atau Cervikal Cancer adalah kanker yang terjadi pada daerah leher rahim atau cervix, yang diserang yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.
(http://www.cancerhelps.com)
B.    Etiologi
Penyebab yang pasti dari kanker serviks belum diketahui, namun hasil penelitian studi menyatakan dengan jelas bahwa sebagian besar dari tinmulnya kanker dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.
Kanker serviks terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tidak terkendali. Jika sel serviks terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka keadaan ini disebut kanker serviks.
Penyebab terjadinya kelainan sel-sel serviks tidak diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks.
HPV (Human Papilloma Virus).
HPV adalah virus penyebab kutil genetalis (Kondiloma Akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16, 18, 45, dan 56.
Merokok.
Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini.
Berganti-ganti pasangan seksual.
Pasangan pernah berhubungan dengan penderita Ca Cervix.
Pemakaian DES (dietil bestrol) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970).
Gangguan Sistem Kekebalan.
Pemakaian Pil KB.
Infeksi herpes genital atau infeksi klamidia menahun.
Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan Pap Smear secara rutin).
Faktor-faktor atau zat-zat yang dapat menyebabkan kanker disebut Karsinogen.
C.    Gejala
Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita itu menjalani pemeriksaan panggul dan Pap Smear.
Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya.
Pada saat ini akan timbul gejala berikut:
-    Pendarahan pervaginam yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi setelah melakukan coitus dan setelah menopause.
-    Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak)
-    Keputihan yang menetap dengan cairan yang encer, berwarna hijau, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.
Gejala dari Kanker Serviks Stadium Lanjut:
-    Nafsu makan berkurang, penurunan BB, kelelahan
-    Nyeri panggul, punggung atau tungkai
-    Dari vagina keluar air kemih atau tinja
-    Patah tulang (fraktur)
D.    Klasifikasi Klinis
Ada beberapa macam klasifikasi
Di bawah ini adalah tingkat-tingkat dari Kanker Serviks.
-    Tingkat O    :    Kanker hanya ditemukan pada lapisan atas dari sel-sel pada jaringan yang melapisi seviks. Tingkat O juga disebut Carsinoma Insitu.
-    Tingkat I    :    Kanker telah menyerang serviksdi bawah lapisan atas dari sel-sel itu ditemukan hanya diserviks.
-    Tingkat II    :    Kanker meluas melewati serviks ke dalam jaringan-jaringan berdekatan. Kanker ini meluas ke bagian ketiga yan lebih rendah dari vagina atau dinding pelvis (lapisan dari bagian tubuh antara pinggul).
-    Tingkat III    :    Kanker meluas ke bagian bawah dari vagina. juga mungkin telah menyebar ke dinding pelvis dan simpul-simpul getah bening yang berdekatan.
-    Tingkat IV    :    Kanker telah menyebar ke kandung kemih, rectum atau bagian-bagian lain tubuh.
-    Terjadinya Kembali Kanker :
Kanker telah dirawat, namun telah kembali setelah suatu periode waktu yang selama waktu ini tidak dapat terdeteksi. Kanker mungkin timbul kembali pada serviks atau pada bagian-bagian lain tubuh.
(http://www.cybernet.com)
Stadium kanker merupakan faktor nutrisi yang menentukan pengobatan apa yang akan diambil. Biasanya pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa: Gambaran radiologi, pemeriksaan seperti X-ray,  Computericed Termograpy (CT) Scan atau MRI.
-    Stadium O    :    Kanker non invasive, kanker dini ini kecil dan hanya terbatas pada permukaan Serviks.
-    Stadium I    :    Kanker hanya terbatas pada Serviks.
-    Stadium II    :    Kenker pada stadium ini termasuk serviks dan uterus, namun belum menyebar ke dinding pelvis atau bagian bawah pelvis.
-    Stadium III    :    Kanker pada stadium ini telah menyebar dari serviks dan dan uterus ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina.
-    Stadium IV    :    Pada stadium ini kanker telah menyebar ke organ terdekat seperti kandung kemih atau rectum atau telah menyebar ke daerah lain di dalam tubuh seperti paru-paru, hati atau tulang.
E.    Deteksi Dini Kanker Serfiks
Screening
Screenign dilakukan saat pertama kali berhubungan badan atau 3 tahun pertama setelah aktif secara seksual. Screening dapat berupa:
a)    Test Pap Smear
Tes ini untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal terdapat hanya pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi bagian lebih dalam. Jika tidak ditangani, sel abnormal ini dapat berubah menjadi sel kanker.
b)    Test HPV DNA
Terdapat juga pemeriksaan HPV DNA untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi, pada tes ini diambil jaringan dari serviks untuk diperiksa di laboratorium.
Diagnosis
Jika hasil Pap Smear memperlihatkan sel kanker, pasien akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosa yang dilakukan yaitu dengan memeriksa serviks dengan kolposkopi, memeriksa sel dengan mikroskop khusus. Setelah itu mengambil sampel sel serviks dengan biopsi.
(http://www.cancerhelp.com)
F.    Pemeriksaan Pada Kanker Serviks
-    X-ray dada    :    X-ray sering kali dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar ke paru-paru.
-    CT Scan    :    Suatu mesin X-ray yang dihubungkan ke sebuah komputer mengambil suatu rentetan dari gambar-gambar yang mendetail dari organ-organ Px. Pemeriksaan ini area-area normal lebih mudah untuk dilihat. Suatu tumor di hati, paru-paru, atau di mana saja dalam tubuh dapat terlihat pada CT Scan.
-    MRI    :    Suatu magnet yang kuat yang dihubungkan ke sebuah komputer digunakan untuk membuat gambar-gambar yang mendetail dari pelvis dan perut Px. MRI dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar.
-    USG    :    Suatu alat ultrasound diletakkan pada perut atau dimasukkan  ke dalam vagina. Gambar yang dihasilkan dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar.
(http://www.total kesehatan anda.com)

G.    Keadaan Prekanker
Sel-sel pada permukaan serviks kadang tampak abnormal tetapi tidak ganas. Para ilmuan yakin bahwa beberapa perubahan abnormal pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat, yang beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker.
Perubahan pada sel-sel kanker bisa dibagi dalam 2 kelompok:
Lesi Tingkat Rendah
Merupakan perubahan dini pada ukuran bentuk dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks. Beberapa lesi tingkat rendah menghilang dengan sendirinya, tetapi yang lainnya tumbuh menjadi lebih besar dan lebih abnormal membentuk lesi yang lebih tinggi.
Lesi tingkat rendah juga disebut displasia ringan atau neoplasiaintraepitel Servical (NIS 1). Lesi tingkat rendah paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 25-35 tahun. Tetapi juga bisa terjadi pada semua kelompok umur.
Lesi Tingkat Tinggi
Ditemukan sejumlah besar sel prekanker yang tampak sangat berbeda dari sel yang normal. Perubahan prekanker ini hanya terjadi pada sel dipermukaan serviks selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sel-sel tersebut tidak akan menjadi ganas dan tidak akan menyusup  ke lapisan serviks yang lebih dalam. Lesi tingkat tinggi juga disebut displasia menengah berat, NIS 2 atau 3 atau karsinoma insitu. Lesi tingkat tinggi paling sering ditemukan pada wanita berusia 30-40 tahun.
H.    Pengobatan
Pengobatan Lesi Prekanker
Pengobatan lesi prekanker pada serviks tergantung pada beberapa faktor berikut:
Þ    Tingkat lesi (apakah tingkat rendah atau tingkat tinggi)
Þ    Rencana penderita untuk hamil lagi
Þ    Usia dan keadaan umum penderita
Lesi tingkat rendah biasanya tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut, terutama jika daerah yang abnormal seluruhnya telah diangkat pada waktu pemeriksaan biopsi. Tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan Pap Smear dan pemeriksaan panggul secara rutin.
Pengobatan pada lesi prekanker bisa berupa:
-    Kriosurgery (pembekuan)
-    Kauterisasi (pembakaran, juga disebut diatermi)
-    Pembedahan besar, untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal tanpa melukai jaringan yang sehat disekitarnya
-    LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure) atau konisasi
Setelah menjalani pengobatan, penderita mungkin akan merasakan kram atau nyeri lainnya. Pendarahan maupun keluarnya cairan encer dari vagina. Pada beberapa kasus mungkin perlu dilakukan histerektomi, terutama jika sel-sel abnormal ditemukan di dalam lubang serviks. Histerektomi dilakukan jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi.
Pengobatan Untuk Kanker Serviks
Pengobatan pada Ca Cervix tergantung pada lokasi dan ukuran tumor, stadium penyakit, usia, keadaan umum penderita, dan rencana penderita untuk tidak hamil lagi.
Ø    Pembedahan : pada Karsinoma Institu, seluruh kanker sering kali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah atau melalui LEEP. Dengan pengobatan ini penderita masih bisa mempunyai anak, karena kanker bisa kembali kambuh maka dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan Pap Smear setiap 3 bulan sekali selama 1 tahun pertama dan selanjutnya tiap 6 bulan. Jika pasien tidak memiliki rencana untuk hamil lagi, dianjurkan untuk menjalani histerektomi. Pada kanker invasif, dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur disekitarnya (histerektomi radikal) serta kelenjar getah bening. Pada wanita muda, ovarium yang normal dan berfungsi tidak diangkat.
Ø    Terapi Penyinaran (radioterapi) : efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul. Pada radio terapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.
Ada 2 macam radioterapi, yaitu:
a.    Radiasi Eksternal : Sinar berasal dari sebuah mesin besar. Penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit, penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari/minggu selama 5-6 minggu.
b.    Radiasi Internal : Zat radio aktif terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung ke dalam seviks. Kapsul ini dibiarkan selama 1-3 hari dan selama itu penderita dirawat di rumah sakit. Pengobatan ini bisa diulang beberapa kali selama 1-2 minggu.
Efek samping dari terapi penyinaran adalah:
Þ    Iritasi rectum pada vagina
Þ    Kerusakan kandung kemih dan rectum
Þ    Ovarium berhenti berfungsi
Ø    Kemoterapi
Jika kanker telah menyebar keluar panggul, kadang dianjurkan untuk melakukan kemoterapi. Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat anti kanker bisa diberikan melelui suntikan intravena atau melalui mulut. Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus, artinya suatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan, lalu dilakukan pengobatan, diselingi dengan pemulihan, begitu seterusnya.
Ø    Terapi Biologis
Pada terapi biologis digunakan zat-zat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Terapi biologis dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya yang paling sering digunakan ialah interferon. Yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi.
I.    Efek Samping Pengobatan
Selain membunuh sel-sel kanker, pengobatan juga menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang sehat sehingga seringkali menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan. Efek samping dari pengobatan kanker sangat tergantung pada jenis dan luasnya pengobatan. Selain itu reaksi dari setiap penderitajuga berbeda-beda. Metode untuk membuang atau menghancurkan sel-sel kanker pada permukaan serviks sama dengan metode yang digunakan untuk mengobati lesi prekanker. Efek samping yang timbul berupa kram atau nyeri lainnya, perdarahan atau keluar cairan encer dari vagina. Beberapa hari setelah menjalani histerektomi, penerita bisa mengalami nyeri perut di bagian bawah. Untuk mengatasinya bisa diberikan obat pereda nyeri. Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam berkemih dan BAB, untuk membantu pembuangan air kemih bisa dipasang kateler.
Beberapa saat setelah pembedahan aktivitas penderita  harus dibatasi agar penyembuhan berjalan lancar. Aktivitas normal (termasuk hubungan seksual) biasanya bisa kembali dilakukan dalam waktu 4-8 minggu.
Setelah mengalami histerektomi, penderita tidak akan mengalami menstruasi lagi. Histerektomi biasanya tidak mempengaruhi gairah seksual dan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual. Tetapi banyak penderita yang mengalami gangguan emosional setelah histerektomi. Pandangan penderita terhadap seksualitas bisa berubah dan penderita merasakan kehilangan karena dia tidak bisa hamil lagi.
Selama mengalami radioterapi penderita mudah mengalami kelelahan yang luar biasa, terutam seminggu sesudahnya. Istirahat yang cukup merupakan hal yang penting, tetapi dokter biasanya menganjurkan agar penderita sebisa mungkin tetap aktif.
Pada radiasi eksternal sering terjadi kerontokan rambut di daerah yang disinari dan kulit menjadi merah, kering serta gatal-gatal dan kulit akan menjadi lebih gelap. Daerah yang disinari sebaiknya mendapatkan udara yang cukup, tetapi harus terlindungi dari sinar matahari dan penderita sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang bisa mengiritasi daerah yang disinari. Dalam radio terapi penderita tidak boleh menjalani hubungan seksual.
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “P” UMUR 42 TAHUN
DENGAN KANKER SERVIKS

I.    PENKAJIAN

Tanggal    :    23 November 2009    Jam    :    10.00 WIB      
No. RM    :    10852418               
A.    DATA SUBYEKTIF
1.1    Biodata


Nama Px
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat    :
:
:
:
:
:    Ny “P”
42 tahun
Islam
SMP
IRT
Kedawung – Grati
Paruruan    Nama Suami
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat    :
:
:
:
:
:    Tn “M”
49 tahun
Islam
SMP
Swasta
Kedawung – Grati Pasuruan      
                       



1.2    Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin kontrol ke poli Onkologi setelah KRS dari Ruang 9
1.3    Keluhan Utama
Ibu mengeluh mengeluarkan pendarahan melalui jalan lahir sejak ± 1 minggu yang lalu, pendarahan bergumpal, mual muntah dan nyeri perut bagian bawah.
1.4    Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan ini adalah kunjungannya yang pertama ke poli  Onkologi untuk melakukan kontrol setelah KRS dari Ruang RSSA Malang. Saat ini ibu mengeluh mengeluarkan pendarahan melalui jalan lahir sejak ± 1 minggu yang lalu, mual muntah dan nyeri perut bawah. Dan ibu mengatakan saat ini sedang menderita penyakit ginjal. Ibu tidak sedang menderita darah tinggi, kencing manis, TBC, hepatitis, HIV/AIDS, dll.
1.5    Riwayar Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan sebelumnya (tanggal 07 Nopember 2009) pernah MRS di Ruang 9 RSSA Malang karena tidak bisa menahan kencing, pendarahan dan nyeri perut bagian bawah. Sebelum itu ibu tidak pernah menderita penyakit menurun, menahun dan menular seperti kencing manis, darah tinggi, TBC, jantung, hepatitis, DMS, dll.
1.6    Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan dalam keluarga ada riwayat darah tinggi yaitu ibu Px. Selain itu tidak ada riwayat penyakit menular, menurun serta menahun yang lain seperti kencing manis, jantung, ginjal, TBC, hepatitis, DMS, dll.
1.7    Riwayat Menstruasi
Menarche    :    14 tahun
Siklus    :    30 hari / teratur
Lamanya    :    ± 2 minggu
Banyaknya    :    2 x ganti kotex / hari (penuh)
Warna    :    Merah kehitaman
Bau    :    Anyir
Dismenorrhea    :    Ya, sebelum dan saat menstruasi
Fluor Albus    :    Ya
HPHT    :    ± 1 tahun yang lalu / bulan Oktober 2008
1.8    Riwayat Perkawinan

a.    Istri
Perkawinan ke
Umur nikah
Lama menikah
   
:
:
:   
1
20 tahun
22 tahun    b.    Suami
Perkawinan ke
Umur nikah
Lama Menikah   
:
:
:   
1
27 tahun
22 tahun   

1.9    Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas Yang Lalu

Anak Ke    Kehamilan    Persalinan    Nifas      
1








2




3    Ibu periksa hamil di bidan sebanyak 6 x dengan keluhan mual muntah pada hamil muda (2bulan). Ibu diberi vitamin dan Fe suntik TT lengkap



Periksa ke bidan 8 x tidak ada keluhan yang mengganggu, diberi Fe dan vitamin

Ibu periksa hamil di bidan sebanyak 8 x dengan keluhan pusing pada awal kehamilan. Ibu diberi Fe dan vitamin    Ibu melahirkan di bidan persalinan spontan, cukup bulan (9 bulan 2 minggu) ♀, langsung menangis, tidak terjadi pendarahan berlebih, BBL/BP: 3300 gram/ 49cm
Sekarang umur 20 tahun
Melahirkan di bidan secara spontan, ♂ bayi langsung menangis, tidak terjadi pendarahan BBL: 3000 gram
Melahirkan di bidan secara spontan, ♂bayi langsung menangis, tidak terjadi pendarahan BBL: 3100 gram. Sekarang umur 13 tahun    Nifas berjalan normal, bayi diberi ASI sampai 1 tahun.






Nifas berjalan normal. Bayi diberi asi sampai usia 1,5 tahun + PASI

Nifas berjalan normal, bayi diberi ASI sampai usia 9 bulan   



1.10    Riwayat KB
Ibu mengatakan setelah melahirkan anak pertama ibu menggunakan KB pil selama 4 tahun kemudian berhenti karena ingin punya anak. Setelah melahirkan anak ke dua ibu menggunakan kontrasepsi KB pil selama 3 tahun kemudian berhenti karena ingin punya anak. Setelah itu ibu tidak menggunakan kontrasepsi lagi.
1.11    Pola Kebiasaan Sehari-hari

Pola    Sebelum Sakit    Selama Sakit      
1.    Nutrisi






2.    Istirahat



3.    Aktivitas




4.    Eliminasi







5.    Seksual



6.    Kebiasaan Lain    Makan: 3 x /hari dengan menu nasi 1 piring, sayur, lauk (tahun, tempe, telur, ayam/daging).
Minum: 6-7 gelas air putih /hari, kadang minum teh, tidak pernah minum susu.
Tidur malam jam 21.00 – 05.00 WIB (± 8 jam).
Tidur siang jam 12.00 – 14.00 WIB (± 2 jam).
Ibu melakukan pekerjaannya sebagai IRT sseperti memasak, mencuci, menyapu dan mengurus anak serta suami.
BAB: 1-2 x /hari (konsisten lunak, warna kuning, bau khas).
BAK: 5-6 x /hari (warna kuning jernih).



Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 2 x /minggu.

Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum alkohol, tidak pernah minum jamu dan tidak memelihara hewan seperti anjing, kucing, kera dan burung.    Makan: 3 x /hari dengan menu nasi 1 piring, sayur, lauk (tahu, tempe, telur, ayam).
Minum, 6-8 gelas air putih /hari.

Tidur malam jam 21.00 – 05.00 WIB (± 8 jam).
Tidur siang jam 12.00 – 14.00 WIB (± 2 jam).
Ibu melakukan pekerjaan rumah yang ringan dibantu oleh suami dan keluarga.


BAB: 1 x /hari (konsisten lunak, warna kuning, bau khas).
BAK: Seminggu yan lalu Px tidak bisa mengontrol keluarnya air kencing.
Saat ini Px BAK 6-8 x /hari (warna kuning jernih).
Ibu mengatakan tidak pernah melakukan hubungan seksual sejak 1 bulan yang lalu.
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum alkohol, tidak pernah minum jamu dan tidak memelihara hewan seperti anjing, kucing, kera dan burung.   

1.12    Keadaan Psikososial Spiritual
Keadaan Psikologis
Ibu mengatakan merasa sedih dan lemas dengan keadaan yang dialaminya sekarang dan berharap semoga penyakitnya lekas sembuh.
Keadaan Sosial
Ibu mengatakan hubungan ibu dengan suami, keluarga dan lingkungan sekitar baik dan mereka sangat mendukung terapi yang sedang dijalankan ibu.
Keadaan Spiritual
Ibu mengatakan selalu melakukan sholat 5 waktu dan berdoa demi kesembuhan penyakitnya.

B.    DATA OBYEKTIF
KU    :    Cukup
Kesadaran    :    Composmentis
TTV    :    TD    :    120 / 70 mmHg
        N    :    84 x /menit
        S    :    37º C
        RR    :    24 x /menit
BB    :    55 kg
TB    :    152 cm
Pemeriksaan Fisik
a.    Inspeksi
Kepala    :    Simetris, rambut hitam, penyebaran merata, tidak rontok, bersih.
Muka    :    Simetris, pucat, tidak oedem.
Mata    :    Sklera putih, konjungtiva pucat, tidak ada oedem palpebra, reflek pupil +.
Hidung    :    Simetris, bersih, tidak ada sekret, tidak ada PCH.
Mulut    :    Bersih, mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak syanosis.
Telinga    :    Bersih tidak ada serumen.
Leher    :    Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena jugularis.
Dada    :    Simetris, tidak ada retraksi dinding dada.
Payudara    :    Simetris, tidak ada benjolan abnormal, puting susu menonjol.
Abdomen    :    Simetris, tidak ada bekas luka operasi, tidak ada benjolan abnormal.
Genetalia    :    Terdapat pendarahan pervaginam ± 50 CC, tidak ada oedem.
Ekstremitas atas    :    Simetris, tidak ada gangguan aktivitas, CRT < 2 detik.
Ekstremitas bawah    :    Simetris, tidak ada oedem, tidak ada varises, tidak ada gangguan pergerakan.
b.    Palpasi
Kepala    :    Tidak ada benjolan abnormal.
Leher    :    Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena jugularis serta tidak ada pembesaran KBG.
Payudara    :    Tidak teraba benjolan abnormal dan nyeri tekan.
Abdomen    :    Tidak teraba benjolan abnormal, terdapat nyeri tekan pada bagian bawah.
Ekstremitas    :    Tidak ada oedem, tidak ada varises, CRT < 2 detik.
c.    Auskultasi
Dada    :    Jantung    :    S1S2 tunggal, tidak terdengar mur-mur ataupun gallop.
        Paru    :    Tidak terdapat suara tambahan (ronchi / wheezing).
Abdomen    :    Bising usus + 16 x /menit
d.    Perkusi
Abdomen    :    Tidak ada met
Reflek Patella    :    + / +
Pemeriksaan Penunjang
e.    Pemeriksaan Biopsi tanggal 13-11-2009
Hasil PA:
-    Terdapat suatu keganasan
-    Kemungkinan suatu non keratinizing Epidermoid Carsinoma
f.    Pemeriksaan Darah Lengkap tanggal 23-11-2009
Leukosit    :    11.400 /µℓ    (N : 3500 – 10.000)
Hemoglobin    :    7,2 gr %    (N : 110 – 165)
Hematokrit    :    21,9 %    (N : 35,0 – 50,0)
Trombosit    :    773.000 / µℓ    (N : 150.000 – 390.000)

DIAGNOSA KEBIDANAN
Dx    :    Ny “P” P3003 Ab000 Umur 42 tahun dengan Ca Cervix
DS    :    Ibu mengeluh mengeluarkan pendarahan melalui vagina sejak ± 1 minggu yang lalu, pendarahan bergumpal, mual muntah dan nyeri perut bagian bawah.
DO    :    KU    :    Cukup
        Kesadaran    :    TD    : 120 / 70 mmHg
        TTV    :    S    : 37º C
                N    : 84 x /menit
                RR    : 24 x /menit
        BB / TB    :    55 kg / 152 cm
Þ    Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Biopsi tanggal 13-11-2009
Pemeriksaan Darah Lengkap tanggal 23-11-2009
Leukosit    :    11.400 / µℓ
Hemoglobin    :    7,2 gr %
Hematokrit    :    21,9 %
Trombosit    :    773.000 / µℓ
Masalah I    :    Ibu cemas tingkat sedang dengan penyakit yang dideritanya.
DS    :    Ibu mengatakan cemas terhadap keadaan dirinya sekarang karena penyakit yang dideritanya.
DO    :    Muka ibu tampak cemas.
Masalah II    :    Anemia tingkat sedang.
DS    :    Ibu mengeluh pusing dan sering mengantuk.
DO    :    Konjungtiva pucat
        Hb    : 7,2 gr %
IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
-    Anemia berat sampai dengan syok hipovolemik
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-    Perbaikan nutrisi
-    Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian Terapi
Hasil : Pro perbaikan KU dengan tranfusi PRC 2 labu /hari s/d Hb >10 gr %
INTERVENSI
Dx    :    Ny “P” Umur 42 tahun dengan Ca Cervix
Tujuan    :    Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan selama 1 x 45 menit diharapkan  ibu dan keluarga mengerti tentang penyakit yang sedang diderita dan ibu bersedia diberikan terapi sehingga tidak terjadi keganasan dan metastase ke organ lain.
Kriteria Hasil    :    Ibu memahami tentang penyakit yang sedang diderita dan bersedia untuk diberikan terapi / tindakan.
Intervensi dan Rasional
Lakukan pendekatan pada Px dan keluarga dengan senyum, sapa, salam, dan sopan santun.
R /    :    Px dan keluarga bisa kooperatif saat dilakukan tindakan.
Jelaskan pada Px dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan tindakan yang akan dilakukan.
R /    :    Ibu dan keluarga lebih kooperatif terhadap penjelasan dan tindakan yang akan dilakukan.
Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
R /    :    Diet TKTP untuk kecukupan energi, meningkatkan metabolisme dan penyembuhan.
Anjurkan ibu agar tetap menjaga kebersihan alat kelaminnya.
R /    :    Mengurangi resiko terjadinya infeksi.
Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi aktivitas.
R /    :    Kondisi tubuh yang baik dapat mempercepat keberhasilan terapi.
Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi.
R /    :    Penanganan / terapi yan sesuai dapat mempercepat proses penyembuhan.
Masalah I    :    Ibu cemas tingkat sedang dengan penyakit yang dideritanya .
Tujuan    :    Rasa cemas itu berkurang.
Kriteria Hasil    :    Ibu lebih tenang dan dapat menerima / beradaptasi dengan keadaannya saat ini.
Intervensi dan Rasional
Lakukan pendekatan terapuetik pada Px.
R /    :    Menjalin kepercayaan Px terhadap petugas sehingga Px lebih tenang.
Berikan dorongan / motivasi pada ibu untuk mengungkapkan perasaan subyektif yang dialaminya.
R /    :    Mengurangi rasa cemas yang dialami ibu.
tanyakan pada ibu tentang apa yang ingin diketahui (ditanyakan tentang penyakitnya).
R /    :    Px bisa lebih kooperatif.
Anjurkan ibu untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan YME.
R /    :    Dorongan spiritual akan memberikan ketenangan dan kepercayaan diri.
Masalah II    :    Anemia tingkat sedang
Tujuan    :    Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan selama 15 menit ibu mengerti dan mau melakukan anjuran petugas.
Kriteria Hasil    :    - Ibu mengerti penjelasan dari petugas
-    Ibu mampu menjawab pertanyaan dari petugas
-    Ibu mampu mengulang penjelasan petugas
Intervensi dan Rasional
Anjurkan ibu untuk memperbanyak konsumsi sayuran hijau dan makanan yang banyak mengandung zat besi.
R /    :    Perbaikan nutrisi dan membantu meningkatkan Hb
Anjurkan ibu agar memperbanyak istirahat.
R /    :    Perbaikan KU
Anjurkan ibu agar bersedia dirawat inap untuk ditransfusi.
R /    :    Meningkatkan kadar Hb dan mempercepat penyembuhan.

IMPLEMENTASI
Dx    :    Ny “P” P3003 Ab000 umur 42 tahun dengan Ca Cervix
Tanggal / Jam    :    23 Nopember /
Melakukan pendekatan terapeutik pada Px dan keluarga dengan senyum, sapa, salam, sopan santun dan memperkenalkan diri.
Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa ibu menderita kanker leher rahim, penyakit ini yang menyebabkan terjadi pendarahan terus-menerus dari vagina, nyeri perut bagian bawah dan mual muntah. Oleh karena itu ibu mengalami anemia sehingga perlu dilakukan transfusi.
Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, yang mengandung zat besi (sayur-sayuran, hati, dll) dan makanan yang mengandung protein (telur, daging, ikan, tahu-tempe) Serta mengkonsumsi buah-buahan.
Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat kelaminnya dengan mengajari cara cebok yang benar dan mengganti pakaian dalam tiap kali basah (2-3 x /hari) dan ganti pembalut bila sudah penuh.
Menganjurkan ibu untuk lebih banyak beristirahat ±10 jam /hari dan mengurangi aktivitas yang berat.
Melakukan kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian terapi.
Hasil    :    -    Rawat bersama dengan rawat inap ginekologi (Ruang 9) untuk pemberian tranfusi dan perawatan yang lebih komprehensif.
-    KIE
Masalah I    :    Ibu cemas tingkat sedang dengan penyakit yang dideritanya.
Melakukan pendekatan terapuetik pada Px dengan senyum, sapa, salam, sopan santun serta memperkenalkan diri.
Memberikan motivasi pada ibu untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara menyentuh tangan ibu secara lembut dan meyakinkan ibu bahwa petugas kesehatan dapat membantu mengatasi masalah dengan informasi dan pelayanan kesehatan.
Menanyakan pada ibu tentang apa yang ingin diketahui / kurang dimengerti tentang penyakit dan terapi yang dijalaninya.
Menganjurkan ibu untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dengan memperbanyak sholat dan berdoa.
Masalah II    :    Anemia Tingkat Sedang
Menganjurkan ibu untuk memperbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau, daging, hati sapi, dll.
Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas dan memperbanyak istirahat.
Menganjurkan ibu agar tersedia dirawat inap untuk dilakukan tranfusi dan pengobatan.
EVALUASI
Tanggal / Jam    : 23 Nopember 2009
Dx    : Ny “P” P3003 Ab000 umur 42 tahun dengan Ca Cervix
S    :    - Px mengatakan telah mengerti tentang penjelasan yang diberikan petugas
        - Px bersedia dirawat inap untuk pengobatan dan perbaikan keadaan
O    :    - Px dapat menjawab pertanyaan yang diberikan petugas
        - Px mengangguk tanda menyetujui untuk dirawat inap
A    :    Ny “P” P3003 Ab000 umur 42 dengan Ca Cervix
P    :    - Melakukan hasil kolaborasi dengan tim medis
Hasil    :    -    Pro perbaikan KU dengan tranfusi PRC 2 labu /hari s/d Hb ≥10 gr % lanjutkan staging
-    Lab lenglkap
-    Konsultasi ke Unit IPD
            - Px dipindahkan ke ruang rawat inap obsgyn (Ruang 9)
Masalah I    :    Ibu cemas tingkat sedang dengan penyakit yang dideritanya.
S    :    - Ibu mengatakan perasaannya lebih tenang
        - Ibu mengatakan mengerti tentang penjelasan dari petugas
O    :    Ibu tampak lebih tenang
A    :    Ny “P” cemas tingkat sedang dengan penyakit yang dideritanya
P    :    Menganjurkan ibu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan keluarga
Masalah II    :    Anemia Tingkat Sedang
S    :    Ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan petugas
O    :    - Ibu mampu menjawab pertanyaan yang diajukan petugas
        - Ibu mampu mengulang penjelasan dari petugas
A    :    Ny “P” Anemia tingkat sedang
P    :    - Melakukan hasil kolaborasi dengan tim medis
        - Px dirawat inap untuk dilakukan tranfusi

BAB IV
P E M B A H A S A N
Dari uraian tinjauan kasus Asuhan Kebidanan pada Ny “P” P3003 Ab000 umur 42 tahun dengan Ca Cervix dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat menegakkan diagnosa tersebut diterapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala serta dilakukannya pemeriksaan, yaitu:
Pendarahan pervaginam (diluar masa menstruasi), pendarahan lebih lama, lebih banyak, keputihan yang menetap dengan cairan yang encer, berwarna merah muda, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.
Dan dilakukan pemeriksaan seperti Pap Smear test, HPV DNA test, CT Scan, X-ray dada, MRI, dan USG. Serta Px perlu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
Dalam pelaksanaan penanganan Ca Cervix dengan diagnosa atau masalah yang dialami klien sesuai dengan implementasi maka dilakukan pemantauan perkembangan keadaan umum pasien, pemenuhan kebutuhan nutrisi serta istirahat yang cukup.
Pada tahap akhir dilakukan evaluasi tindakan yang telah diberikan untuk mengetahui kondisi klien apakah sudah mengerti dengan penjelasan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Sehingga Asuhan Kebidanan yang komprehensif dapat tercapai.
BAB V
P E N U T U P
a.    Kesimpulan
Kanker Serviks adalah kanker yang terjadi pada mulut rahim, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).
Penyebab Kanker Serviks yang pasti belum diketahui, namun hasil penelitian studi mengatakan dengan jelas bahwa sebagian besar dari timbulnya kanker dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.
Gejala-gejala yang biasanya timbul pada kanker serviks adalah:
-    Pendarahan pervaginam yang abnormal, terutama diantara 2 haid, setelah coitus dan menopause.
-    Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak)
-    Keputihan yang menetap dan cairan yang encer, berwarna merah muda, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk
Pemeriksaan lebih lanjut untuk memperkuat dugaan ke arah Kanker Serviks adalah Pap Smear test, HPV DNA test, MRI, USG dan X-ray thorax.
Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan:
-    Pembedahan
-    Kemoterapi
-    Terapi Biologis
b.    Saran
Bagi Mahasiswa
Dengan adanya management Asuhan Kebidanan diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar Asuhan Kebidanan.
Bagi Institusi Pendidikan
-    Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fisiologis maupun patologis.
-    Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan.
Bagi Lahan Praktek
Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

DAFTAR PUSTAKA

Prawiroharjo, Suwarno. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Shadine, Mohammad. 2008. Penyakit Wanita. KEEN BOOKS
http://www.cancerhelps.com
http://www.totalkesehatananda.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Ane harap agan bersedia meluangkan sedikit waktunya untuk sedikit memberi komentar. Karena komentar agan merupakan motivasi bagi ane. Dan juga tidak lupa ane haturkan banyak terima kasih atas kunjungan juragan.
Monggo berkomentar...