Diposkan oleh Tri Wahyu Apriyanto 0 komentar » Posted in

MENUJU PENDEKATAN FENOMENOLOGI DALAM TEORI KONFLIK

Drs. Muslimin, MSi *

Interaksi Konfliktual
Kehidupan sosial terbentuk dan berlangsung oleh adanya interaksi
timbal balik dan saling mempengaruhi antar individu dan kelompok.
Interaksi timbal-balik itu berasal dari heterogenitas sosial, misalnya ras,
jender, kelas, kelompok, dan sebagainya. Dari sini kepentingan dan tujuan
individu atau kelompok dalam bentuk sumber-sumber langka seperti status,
ekonomi, materi, erotis dan sebagainya terbentuk. Kemauan atau upaya
mengejar tujuan-tujuan harus dicapai dalam proses interaksi sosial.1
Demikian pula Simmel2 menyebut interaksi merupakan proses
sosiasi, yakni proses terbentuknya masyarakat. Simmel membedakan
bentuk dan isi interaksi. Isi berkait dengan tujuan dan sumber-sumber
interaksi, sedangkan bentuk merupakan pola interaksi sebagai instrumen
mencapai tujuan subyektif masing-masing pihak.
Seperti halnya tiga teoritisi sosial di atas, Horton dan Hunt sepakat
bahwa dalam mengejar tujuannya, orang bisa terlibat dalam proses interaksi
dalam tiga pola utama, yakni, kooperasi, Kompetensi dan konflik3. Untuk
catatan, Simmel memasukkan kompetensi sebagai konsepsi mereka tidak
jauh berbeda dalam merumuskan tiga konsep di atas.
Para sosiologi di atas melihat bahwa satu bentuk interaksi dengan
bentuk lainnya bukan merupakan sesuatu yang berbeda dan terpisah. Tetapi
masing-masing merupakan pentahapan dari proses interaksi mengikuti
situasi yang berlaku saat itu. Ketika orang mengejar tujuan subyektifnya
dengan melihat bahwa dalam mencapai tujuannya tidak bisa melepaskan
diri sari keterlibatan orang lain yang punya kepentingan dan tujuan yang
sama, maka pola interaksinya berbentuk koperasi.
Kooperasi merupakan bentuk paling umum dalam interaksi sosial
dimana seseorang berupaya untuk menjadi anggota kelompok yang
didalamnya akan terpenuhi segala kepentingan dan tujuan-tujuan
subyektifnya. Dalam kooperasi, betapapun individualisnya sifat seseorang
akan mendapatkan kepuasannya dengan cara memberi dan menerima dari
sesama anggota. Individu yang tak mampu secara lancar terlibat dalam
proses koperasi, biasanya akan terisolasi.
......................................
Selengkapnya, silahkan download >>di sini<<

0 komentar:

Poskan Komentar

Ane harap agan bersedia meluangkan sedikit waktunya untuk sedikit memberi komentar. Karena komentar agan merupakan motivasi bagi ane. Dan juga tidak lupa ane haturkan banyak terima kasih atas kunjungan juragan.
Monggo berkomentar...